Sektor Teknologi Saudi Mendorong Lonjakan Pendaftaran Bisnis
Sektor Teknologi Saudi Mendorong Lonjakan Pendaftaran Bisnis
Arab Saudi mencatat peningkatan luar biasa sebesar 67% dalam pendaftaran bisnis komersial pada kuartal keempat tahun 2024, dengan perusahaan berbasis teknologi memimpin lonjakan tersebut.
Lebih dari 160.000 pendaftaran bisnis baru dikeluarkan selama periode ini, sehingga jumlah total entitas komersial aktif di kerajaan tersebut mencapai lebih dari 1,6 juta, menurut data terbaru dari Kementerian Perdagangan Saudi .
Faktor pendorong utama yang patut diperhatikan di balik pertumbuhan ini meliputi sektor-sektor yang berkembang pesat seperti komputasi awan, pengembangan aplikasi, teknologi keuangan (fintech), pariwisata, hiburan, dan pengembangan bakat. Lonjakan ini merupakan bagian dari upaya Arab Saudi yang lebih luas untuk mendiversifikasi ekonominya dan menarik investasi asing, dengan teknologi memainkan peran penting.
Yang terpenting, kecerdasan buatan (AI) diperkirakan akan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Arab Saudi, yang diproyeksikan menghasilkan SAR 506,25 miliar (USD 135 miliar) pada tahun 2030, setara dengan 12,4% dari Produk Domestik Bruto (PDB) negara tersebut, menurut PriceWaterhouseCoopers (PwC). Proyek-proyek besar seperti Neom mendorong integrasi AI di berbagai industri, dari transportasi hingga pemerintahan. Akibatnya, fokus terbaru Dana Investasi Publik pada investasi AI semakin menggarisbawahi potensi sektor ini untuk pertumbuhan berkelanjutan.
Selain itu, perdagangan elektronik juga mengalami peningkatan sebesar 10% dibandingkan kuartal sebelumnya, yang mencerminkan perluasan ekonomi digital Kerajaan. Ditambah lagi, inisiatif kantor pusat regional pemerintah , yang diluncurkan pada awal tahun 2024, mewajibkan perusahaan internasional yang ingin mendapatkan kontrak pemerintah yang melebihi SAR 1 juta (USD 260.000) untuk mendirikan kantor pusat regional mereka di Riyadh. Hingga Oktober 2024, 540 perusahaan telah mematuhi ketentuan tersebut, melampaui target tahun 2030 sebesar 500 perusahaan.
Selain itu, investasi asing langsung (FDI) mencapai SAR 18 miliar (USD 4,8 miliar) pada Kuartal 4 tahun 2024, seiring dengan upaya Kerajaan untuk mencapai target menarik FDI tahunan sebesar SAR 375 miliar (USD 100 miliar) pada tahun 2030. Ditambah lagi, Indeks Manajer Pembelian (PMI) negara tersebut tercatat di angka 58,4 pada bulan Desember, yang menandakan ekspansi ekonomi yang berkelanjutan dan kepercayaan pasar yang tinggi.
Source : businessstartupsaudiarabia




