Arab Saudi dan Korea Selatan Menandatangani Perjanjian untuk Memperkuat Kemitraan Energi Strategis

Arab Saudi dan Korea Selatan Menandatangani Perjanjian untuk Memperkuat Kemitraan Energi Strategis






Arab Saudi dan Korea Selatan telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) penting di Riyadh untuk memperdalam kerja sama di sektor minyak dan gas serta memperkuat kemitraan energi mereka yang lebih luas.


Selama kunjungan tersebut, Menteri Energi Pangeran Abdulaziz bin Salman bertemu dengan Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan, Kim Jung-kwan. Bersama-sama, mereka meninjau prioritas bersama dan menjajaki peluang baru untuk investasi energi dan kerja sama bilateral.






Menurut data UN Comtrade, impor Kerajaan Arab Saudi dari Korea Selatan mencapai $6,09 miliar pada tahun 2024, sementara ekspor Arab Saudi ke Korea Selatan berjumlah $1,03 miliar.


Perlu dicatat, Korea Selatan termasuk di antara 10 sumber impor utama Arab Saudi, mewakili 2,6% dari total impor, sebagaimana dikonfirmasi oleh angka Organisasi Perdagangan Dunia.






Nota Kesepahaman Mencakup Pemurnian, Penyimpanan, dan Inovasi


Perjanjian ini mencakup produk minyak bumi dan gas, penyulingan dan petrokimia, serta kemitraan investasi energi yang lebih luas. Yang penting, perjanjian ini mencakup rencana untuk memperluas penyimpanan minyak mentah Saudi di dalam Cadangan Minyak Strategis Korea Selatan, sehingga meningkatkan stabilitas dan ketahanan pasokan bagi kedua negara.


Selain itu, MoU tersebut menguraikan kolaborasi dalam infrastruktur pipa minyak mentah yang menghubungkan fasilitas produksi dan ekspor. MoU ini juga mencakup teknologi, transformasi digital, penelitian dan pengembangan, keberlanjutan, dan pengembangan infrastruktur energi yang lebih luas.






Sementara itu, Menteri Perindustrian dan Sumber Daya Mineral Bandar Alkhorayef menegaskan bahwa pembicaraan terkait membahas mineral kritis dan industri maju. “Kami membahas cara-cara untuk meningkatkan kemitraan ekonomi dan kerja sama bilateral di sektor mineral kritis dan sejumlah industri maju, yang melayani kepentingan bersama kedua negara kita,” katanya pada platform X.




Hubungan Ekonomi dan Strategis


Selain itu, Korea Selatan tetap menjadi tujuan utama bagi minyak mentah dan produk olahan minyak bumi Arab Saudi, yang menyoroti landasan hubungan yang didorong oleh energi.






Di luar sektor energi, kerja sama terus berkembang, seiring dengan kemitraan Badan Antariksa Saudi dengan Badan Antariksa Korea pada tahun 2025 untuk memajukan eksplorasi ruang angkasa, mendukung ambisi Visi 2030 Kerajaan di sektor ruang angkasa komersial.


Secara keseluruhan, perjanjian-perjanjian ini mencerminkan hubungan bilateral yang terus berkembang di bidang energi, pertahanan, dan teknologi.






Source : leaders-mena







Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *