Saronic Luncurkan Kapal Otonom Baru dan Akuisisi Gulf Craft untuk Percepat Produksi

Saronic Luncurkan Kapal Otonom Baru dan Akuisisi Gulf Craft untuk Percepat Produksi




Saronic Technologies resmi mengumumkan akuisisi Gulf Craft, galangan kapal berbasis di Louisiana, Amerika Serikat. Langkah strategis ini dilakukan untuk mempercepat ekspansi perusahaan dalam industri pembuatan kapal otonom.


Selain itu, perusahaan juga memperkenalkan kapal tanpa awak terbarunya, Marauder, yang menjadi autonomous surface vessel (ASV) terbesar yang pernah dikembangkan Saronic.




Akuisisi untuk Percepat Ekspansi Industri Kapal Otonom


Berbasis di Austin, Texas, Saronic menyatakan bahwa akuisisi ini memberikan akses ke galangan kapal strategis di kawasan Gulf Coast. Fasilitas ini akan digunakan sebagai pusat prototipe dan produksi untuk armada medium uncrewed surface vessel (MUSV), dimulai dari Marauder.


Akuisisi Gulf Craft tidak hanya menambah kapasitas produksi, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam visi jangka panjang Saronic untuk membangun industri galangan kapal otonom berskala besar.




Perusahaan bahkan berencana menginvestasikan lebih dari US$2,5 miliar untuk mengembangkan proyek ambisius bernama Port Alpha — sebuah galangan kapal generasi berikutnya yang ditargetkan mampu memproduksi ratusan kapal tanpa awak setiap tahun serta membuka ribuan lapangan kerja.


Sebelumnya, pada Februari 2025, Saronic berhasil mengamankan pendanaan sebesar US$600 juta, yang meningkatkan valuasi perusahaan menjadi sekitar US$4 miliar.


CEO Saronic, Dino Mavrookas, menyatakan bahwa langkah ini merupakan tonggak penting dalam ekspansi perusahaan menuju industri pembuatan kapal otonom skala besar.




Marauder: Kapal Otonom Tanpa Awak dengan Jangkauan Jauh


Marauder merupakan kapal MUSV sepanjang 150 kaki (45,7 meter) yang dirancang untuk berbagai misi, baik untuk kebutuhan militer, sekutu Amerika Serikat, maupun sektor komersial.


Kapal ini memiliki kemampuan:


Kapasitas muatan hingga 40 ton

Jangkauan hingga 3.500 mil laut

Dapat beroperasi (loiter) lebih dari 30 hari tanpa awak


Saronic mengklaim bahwa Marauder menawarkan kemampuan komprehensif dengan biaya jauh lebih rendah dibandingkan kapal berawak konvensional.


Kapal ini sepenuhnya beroperasi tanpa kru manusia dan menggunakan sistem otonomi yang sama dengan lini ASV Saronic lainnya, serta didukung pendekatan rekayasa terintegrasi dan jaringan pemasok domestik yang kuat.




Portofolio Kapal Otonom Saronic


Selain Marauder, Saronic telah mengembangkan beberapa kapal otonom lainnya:


Spyglass

Kapal kecil sepanjang 6 kaki yang dilengkapi sensor canggih untuk meningkatkan kesadaran situasional dan mendukung operasi taktis, termasuk dalam formasi swarm.

Cutlass

Kapal 14 kaki dengan kapasitas muatan lebih besar, mampu menjalankan berbagai misi seperti komunikasi jaringan militer, pengintaian, hingga pelacakan target.

Corsair

Sebelumnya merupakan kapal terbesar Saronic (24 kaki), dengan desain modular terbuka yang memungkinkan integrasi cepat berbagai sensor dan sistem.




Gulf Craft Perkuat Kapasitas Produksi


Dengan pengalaman lebih dari 60 tahun, Gulf Craft dikenal sebagai produsen kapal berawak dan tanpa awak untuk sektor komersial dan pertahanan.


Akuisisi ini menambah sekitar 100 acre (40 hektare) ke aset Saronic, yang akan digunakan untuk pengembangan dan ekspansi produksi ke depan.


Saronic juga berencana menginvestasikan lebih dari US$250 juta untuk:


Modernisasi fasilitas

Pengadaan mesin baru

Peningkatan sistem produksi berbasis efisiensi dan skalabilitas


Dengan peningkatan ini, Saronic menargetkan kapasitas produksi hingga 50 kapal tanpa awak per tahun.




Dampak Ekonomi dan Tenaga Kerja


Perusahaan mempertahankan tenaga kerja berpengalaman dari Gulf Craft dan berencana menciptakan lebih dari 500 lapangan kerja baru dalam 3–4 tahun ke depan.


Posisi yang dibutuhkan meliputi:


Shipbuilder (pembuat kapal)

Welder (pengelas)

Electrician

Engineer

Naval architect





Strategi Nasional dan Persaingan Global


Saronic menegaskan bahwa ekspansi ini sejalan dengan upaya nasional Amerika Serikat dalam menghidupkan kembali industri galangan kapal domestik.


Investasi pada infrastruktur generasi baru, model produksi modern, dan tenaga kerja terampil diharapkan dapat membantu memperkecil kesenjangan industri kapal dengan negara seperti China.




Source : therobotreport




Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *