Arab Saudi Mencatat Lonjakan Pendapatan Non-Minyak Sebesar 13% Pada Kuartal Kedua

Arab Saudi Mencatat Lonjakan Pendapatan Non-Minyak Sebesar 13% Pada Kuartal Kedua




Arab Saudi membukukan pendapatan sebesar SAR 314,9 miliar (USD 83,9 miliar) pada kuartal kedua tahun 2023 menurut data dari Kementerian Keuangan Arab Saudi.


Yang menggembirakan, kuartal kedua mencatat lonjakan pendapatan non-minyak sebesar 13% menjadi SAR 135 miliar (USD 36 miliar) dari sebelumnya SAR 120 miliar (USD 32 miliar). Pendapatan minyak mencapai total SAR 179 miliar (USD 32 miliar), demikian dilaporkan dalam laporan kinerja anggaran triwulanan kementerian.






Angka-angka ini tercatat pada saat Kerajaan Arab Saudi, sejalan dengan Visi 2030 , berupaya mengurangi ketergantungannya pada minyak. Untuk membantu diversifikasi ini, negara tersebut berupaya meningkatkan kontribusi sektor swasta dan Dana Investasi Publik (PIF).


Data lebih lanjut menunjukkan bahwa pendapatan semester pertama mencapai SAR 596 miliar (USD 159 miliar) sementara total pengeluaran meningkat sebesar 18% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi SAR 604 miliar (USD 161 miliar). Pendapatan dari pajak penghasilan, laba, dan keuntungan modal melonjak sebesar 63% pada kuartal kedua.






Kerajaan Arab Saudi telah mengalokasikan SAR 128 miliar (USD 34 miliar) untuk sektor kesehatan dan pembangunan sosial serta SAR 103 miliar (USD 27,4 miliar) untuk sektor pendidikan. Akibatnya, pendanaan sektor kesehatan dan pembangunan sosial meningkat 29% dibandingkan dengan semester pertama tahun 2022. Selain itu, Arab Saudi menganggarkan SAR 111 miliar (USD 29,6 miliar) untuk sektor militer.


Utang publik Arab Saudi turun menjadi SAR 989,2 miliar (USD 263,8 miliar) pada semester pertama tahun fiskal berjalan, meningkat dari SAR 990 miliar (USD 264 miliar) pada akhir tahun 2022.






Selanjutnya, Kementerian Keuangan Arab Saudi mengumumkan anggaran Kerajaan untuk kuartal kedua tahun 2023, dengan total pendapatan sebesar SAR 314,8 miliar (USD 83,9 miliar) dan pengeluaran sebesar SAR 320 miliar (USD 85,3 miliar). Defisit selama tiga bulan yang berakhir pada 30 Juni berjumlah SAR 5,3 miliar (USD 1,41 miliar).


Business Start Up Saudi Arabia menawarkan jaringan ahli dan spesialis dalam siklus hidup bisnis. Kami dapat menawarkan keahlian dalam Riset dan Penilaian Pasar Saudi, Studi Kasus Bisnis Saudi , Pengembangan Model Bisnis Saudi, Studi Kelayakan dan Rencana Bisnis Saudi, Penataan Organisasi dan Operasional Saudi, Sponsorship dan Kemitraan Saudi , Pembentukan Perusahaan Saudi, dan lain-lain.



Source : businessstartupsaudiarabia





Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *