Telur Ayam yang Membuat Nita Cuan di Pangandaran
Telur Ayam yang Membuat Nita Cuan di Pangandaran
Nita Rahayu, seorang perempuan berusia 38 tahun asal Pangandaran, berhasil membangun bisnis telur ayam yang membuatnya memperoleh keuntungan besar. Perjalanan usaha ini sudah ia jalani sejak tahun 2013.
Awalnya Nita memiliki usaha grosir makanan ringan dan kue di pasar. Ketika melihat peluang dari kerabat yang memiliki peternakan ayam petelur, ia tertarik untuk ikut menjual telur ayam karena permintaannya cukup tinggi di masyarakat.
Dari situ ia mulai mencoba beternak ayam petelur sendiri. Pada tahap awal ia memulai dengan sekitar 200 ekor ayam yang kandangnya berada di belakang rumah. Modalnya masih terbatas, namun ia terus belajar mengenai cara beternak ayam petelur dengan baik.
Pada awal menjalankan usaha, hasil yang didapat belum maksimal. Hanya sebagian telur yang berkualitas baik saat panen. Meski begitu, Nita tidak menyerah. Ia tetap berusaha memasok telur ke beberapa toko. Bahkan ketika stok di tempatnya sedikit, ia tetap berani menawarkan telur secara grosir kepada toko-toko dan mencari barang dari peternak lain jika stok habis.
Seiring waktu, jaringan usahanya semakin berkembang. Ia kemudian dipertemukan dengan peternak lain dan mulai lebih serius memperbesar bisnis telur ayam. Setelah menjalankan usaha ternak secara lebih serius, pesanan telur yang diterima terus meningkat. Sekitar tahun 2018, permintaan yang datang bisa mencapai sekitar 7 ton telur setiap minggu.
Modal awal usaha tersebut berasal dari tabungan pribadi sekitar Rp10 juta yang dikumpulkan dari hasil berdagang makanan ringan. Dengan modal tersebut, ia mulai mengembangkan usaha ternak dan perdagangan telur.
Setelah dikenal sebagai penjual telur yang juga memiliki peternakan sendiri, permintaan semakin meningkat. Nita mulai memasok telur ke berbagai toko hingga hotel di wilayah Pangandaran. Ia juga memberikan harga khusus kepada pedagang lain yang ingin menjual kembali telur darinya.
Namun perjalanan bisnisnya tidak selalu mulus. Di tengah perkembangan usaha yang sedang meningkat, Nita sempat mengalami sakit selama sekitar lima tahun hingga tidak bisa beraktivitas normal. Pada masa itu usaha tetap berjalan karena dibantu oleh suami dan orang-orang terdekatnya.
Setelah pulih sekitar dua tahun lalu, Nita kembali menjalankan usahanya dan bersyukur karena bisnis telur ayamnya masih bertahan. Saat ini pesanan telur bisa mencapai sekitar 20 ton per bulan ketika permintaan sedang ramai. Omzet usaha tersebut bahkan bisa mencapai sekitar Rp500 juta per bulan, meskipun jumlahnya bisa naik turun tergantung harga pasar dan permintaan.
Dengan penghasilan tersebut, Nita mengaku sangat bersyukur karena usahanya mampu bertahan melewati berbagai cobaan, termasuk pandemi COVID-19. Ia juga dapat membiayai pendidikan anak-anaknya yang masih bersekolah.
Untuk mempermudah transaksi dengan pelanggan, Nita juga menyediakan pembayaran digital melalui QRIS. Menurutnya, sistem pembayaran digital ini membuat transaksi menjadi lebih mudah dan membantu pengelolaan keuangan usaha.
Kunci Sukses
Modal awal: Rp10 juta
Mulai dari jualan kecil di pasar
Beternak 200 ayam petelur
Berani jual grosir meski stok sedikit
Sekarang suplai sekitar 20 ton telur per bulan
Omzet bisa mencapai ± Rp500 juta per bulan.
Source : Detik






