Survei LPEM UI: 48% Ekonom Nilai Kondisi Ekonomi Terus Memburuk

Survei LPEM UI: 48% Ekonom Nilai Kondisi Ekonomi Terus Memburuk





Mayoritas ekonom menilai kondisi perekonomian Indonesia saat ini masih mengalami penurunan. Hal ini terungkap dalam survei terbaru yang dilakukan oleh LPEM FEB UI.


Survei yang melibatkan 85 ekonom dari berbagai latar belakang menunjukkan bahwa sebanyak 41 responden atau 48 persen menilai kondisi ekonomi Indonesia telah memburuk dibandingkan kuartal sebelumnya. Sementara itu, 32 ekonom atau 38 persen menilai kondisi ekonomi stagnan, dan hanya 12 responden atau 14 persen yang melihat adanya perbaikan.





Para responden juga diminta memberikan penilaian menggunakan skala -2 hingga +2 terkait kondisi ekonomi saat ini. Hasilnya, rata-rata skor berada di angka -0,39, yang menunjukkan kecenderungan penilaian bahwa kondisi ekonomi sedang memburuk atau minimal tidak mengalami kemajuan signifikan.


Meski demikian, tingkat keyakinan terhadap ekonomi masih relatif tinggi, dengan skor rata-rata 7,37 dari 10. Namun, hasil ini tetap menunjukkan konsistensi dengan survei sebelumnya yang juga mencerminkan belum adanya perbaikan berarti dalam kurun waktu 18 bulan terakhir.





Inflasi Meningkat, Daya Beli Tertekan


Survei ini juga menyoroti meningkatnya tekanan inflasi. Sebanyak 57 dari 85 ekonom atau 67 persen responden menilai inflasi mengalami kenaikan dibandingkan tiga bulan sebelumnya. Sebanyak 27 persen menilai inflasi tidak berubah, sementara hanya 6 persen yang melihat adanya penurunan.


Penilaian rata-rata untuk inflasi mencapai +0,71, meningkat dari survei sebelumnya yang berada di angka +0,47. Hal ini menunjukkan bahwa kekhawatiran terhadap inflasi semakin kuat.





Peningkatan inflasi berpotensi mendorong kenaikan harga barang dan jasa, yang pada akhirnya dapat menggerus daya beli masyarakat secara bertahap.




Pasar Tenaga Kerja Melemah


Dari sisi ketenagakerjaan, sebanyak 56 persen ekonom menilai kondisi pasar tenaga kerja semakin ketat. Hanya 13 persen yang melihat adanya pelonggaran, sementara 35 persen menilai tidak ada perubahan signifikan.


Rata-rata skor sebesar -0,55 menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja cenderung stagnan, namun dengan tekanan yang cukup besar. Kondisi ini berpotensi meningkatkan angka pengangguran dan menahan pertumbuhan upah, sehingga berdampak pada pendapatan rumah tangga.







Ancaman Stagflasi


LPEM UI memperingatkan bahwa kombinasi antara melemahnya kondisi ekonomi dan meningkatnya inflasi dapat memicu risiko stagflasi, yaitu kondisi ketika pertumbuhan ekonomi melambat namun inflasi tetap tinggi.


Jika tidak ditangani dengan kebijakan yang tepat, situasi ini dapat memberikan tekanan yang lebih besar terhadap kesejahteraan masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.





Survei ini dilakukan pada 24 Februari hingga 9 Maret 2026 secara daring, melibatkan ekonom dari berbagai sektor, termasuk akademisi, lembaga penelitian, sektor swasta, hingga institusi multinasional, baik dari dalam maupun luar negeri.



Source : TIRTO

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *