Simsalabim! Gunung Sampah di Bantargebang Berubah Jadi Listrik di 2028

Simsalabim! Gunung Sampah di Bantargebang Berubah Jadi Listrik di 2028




Gunung sampah yang selama puluhan tahun menjadi simbol krisis lingkungan di kawasan Jakarta kini direncanakan berubah menjadi sumber energi listrik. Pemerintah melalui program Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy (WtE) menargetkan fasilitas ini mulai beroperasi pada tahun 2028. Rencana tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang menyatakan bahwa pemerintah sedang menyiapkan pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern di berbagai daerah untuk mengatasi kondisi darurat sampah yang semakin serius di Indonesia.


Salah satu lokasi utama proyek ini adalah TPST Bantargebang yang berada di wilayah Bekasi dan selama ini menjadi tempat pembuangan sampah terbesar dari Jakarta. Setiap hari, ribuan ton sampah dari ibu kota dikirim ke kawasan tersebut sehingga membentuk gunungan sampah raksasa yang telah menjadi pemandangan khas selama bertahun-tahun. Volume sampah yang sangat besar inilah yang membuat Bantargebang dipandang memiliki potensi besar untuk diolah menjadi sumber energi melalui teknologi pembangkit listrik berbasis sampah.





Dalam rencana pemerintah, Jakarta akan memiliki tiga fasilitas PSEL. Dua fasilitas akan dibangun di kawasan Bantargebang untuk memanfaatkan pasokan sampah yang melimpah, sementara satu fasilitas lainnya direncanakan berada di kawasan Sunter. Dengan teknologi Waste to Energy, sampah yang sebelumnya hanya menumpuk dan menimbulkan berbagai masalah lingkungan akan diproses melalui sistem pembakaran berteknologi tinggi. Panas yang dihasilkan dari proses tersebut akan diubah menjadi uap yang kemudian memutar turbin untuk menghasilkan listrik.


Keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat memberikan dua manfaat sekaligus. Pertama, mengurangi volume sampah yang selama ini menumpuk di tempat pembuangan akhir. Kedua, menghasilkan energi listrik yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat. Dalam banyak proyek serupa di berbagai negara, satu fasilitas Waste to Energy bahkan mampu menghasilkan puluhan megawatt listrik yang cukup untuk menyuplai energi bagi puluhan ribu rumah tangga.





Program pembangunan PSEL tidak hanya akan dilakukan di Jakarta. Pemerintah menargetkan pembangunan fasilitas serupa di total 33 lokasi di berbagai daerah di Indonesia. Langkah ini diambil sebagai strategi jangka panjang untuk mengatasi persoalan sampah nasional yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi. Dengan memanfaatkan teknologi modern, sampah tidak lagi dipandang sebagai beban lingkungan, tetapi dapat diubah menjadi sumber energi yang bernilai ekonomi.





Jika proyek ini berjalan sesuai rencana, gunung sampah di Bantargebang yang selama ini dikenal sebagai salah satu tempat pembuangan sampah terbesar di Asia Tenggara berpotensi berubah menjadi pusat pembangkit energi baru. Transformasi tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi lingkungan, tetapi juga menjadi simbol perubahan cara pandang terhadap sampah—dari masalah besar menjadi peluang energi masa depan.


Source : CNBC




Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *