Perdagangan Berbasis Pengalaman Mendorong Lanskap Ritel Gaya Hidup Arab Saudi
Perdagangan Berbasis Pengalaman Mendorong Lanskap Ritel Gaya Hidup Arab Saudi
Transformasi sektor ritel di Arab Saudi semakin cepat seiring dengan berkembangnya konsep perdagangan berbasis pengalaman (experiential commerce). Kehadiran berbagai pengalaman bermerek mewah menjadi tonggak penting dalam evolusi ritel di Kerajaan, sekaligus memperkuat posisi Arab Saudi sebagai destinasi ritel dan pariwisata global.
Pertumbuhan ritel gaya hidup di Arab Saudi sangat erat kaitannya dengan program diversifikasi ekonomi Visi 2030. Program ini mendorong perubahan besar dalam berbagai sektor ekonomi, termasuk ritel, pariwisata, hiburan, dan properti.
Pertumbuhan Pesat Ruang Ritel
Ruang ritel gaya hidup di kota-kota utama seperti Riyadh dan Jeddah diperkirakan akan mengalami pertumbuhan signifikan. Total pasokan ruang ritel diproyeksikan mencapai 1,31 juta meter persegi pada tahun 2027, meningkat hampir 600.000 meter persegi dibandingkan kapasitas saat ini.
Ekspansi ini tidak hanya mencerminkan pembangunan fisik semata, tetapi juga menunjukkan ambisi Arab Saudi untuk menjadi pusat ritel dan pariwisata internasional. Di tengah persaingan yang semakin ketat, pusat perbelanjaan tradisional mulai bertransformasi agar tetap relevan.
Kini, banyak pengembang mengembangkan konsep ritel gaya hidup yang memadukan aktivitas belanja dengan hiburan, kuliner, seni, serta interaksi sosial.
Ekonomi Berbasis Pengalaman
Pertumbuhan ritel gaya hidup juga didorong oleh meningkatnya ekonomi berbasis pengalaman. Pengeluaran konsumen di Arab Saudi meningkat sekitar 7 persen secara tahunan, mencapai SAR 1,4 triliun.
Sebagian besar pertumbuhan ini berasal dari populasi muda yang sangat melek teknologi. Diperkirakan pada tahun 2035 sekitar 75 persen pengeluaran ritel akan berasal dari generasi muda Saudi.
Menurut Faisal Durrani, Mitra dan Kepala Riset MENA di Knight Frank, destinasi gaya hidup kini telah berkembang menjadi lebih dari sekadar pusat perbelanjaan.
“Dengan integrasi restoran, ruang terbuka, instalasi seni, pameran, dan acara interaktif, destinasi gaya hidup telah berubah menjadi pusat komunitas yang dinamis,” jelasnya.
Banyak pusat perbelanjaan di Arab Saudi kini mengalokasikan hampir setengah dari total area sewanya untuk aktivitas non-ritel, menjadikannya ruang sosial dan budaya yang menarik bagi masyarakat maupun wisatawan.
Riyadh Memimpin Transformasi
Sebagai ibu kota, Riyadh menjadi pusat utama inovasi ritel di Arab Saudi. Saat ini, kota tersebut memiliki sekitar 484.900 meter persegi ruang ritel gaya hidup yang tersebar di 27 proyek pengembangan.
Sektor ritel di Riyadh menunjukkan performa yang sangat kuat dengan tingkat hunian mencapai 97 persen, sementara sektor makanan dan minuman rata-rata mencapai 76 persen.
Harga sewa ruang ritel juga cukup tinggi, dengan rata-rata SAR 2.400 per meter persegi, mencerminkan tingginya permintaan pasar.
Pada tahun 2027, total ruang ritel gaya hidup di Riyadh diperkirakan akan mencapai 871.200 meter persegi melalui tambahan 12 proyek baru.
Beberapa proyek penting yang sedang dikembangkan antara lain:
Al Hamra, yang akan menambah sekitar 89.230 meter persegi ruang ritel dengan konsep ramah pejalan kaki.
Riyamarche, hasil revitalisasi Euromarche, yang akan menambah 21.840 meter persegi pada tahun 2026.
The Bellevue, proyek multifungsi terbesar di Riyadh dengan 90.000 meter persegi ruang ritel dan hiburan yang direncanakan dibuka pada 2027.
Menurut Jonathan Pagett dari Knight Frank, hampir semua proyek ritel gaya hidup utama di kota ini mencapai tingkat hunian mendekati 100 persen, menunjukkan tingginya minat pasar.
Jeddah: Destinasi Mewah dan Rekreasi
Sementara Riyadh unggul dalam skala pengembangan, Jeddah memposisikan dirinya sebagai pusat ritel mewah dan rekreasi.
Dalam satu tahun terakhir, kota pesisir ini menambah sekitar 24.100 meter persegi ruang ritel, sehingga totalnya kini mencapai 233.400 meter persegi di 17 proyek pengembangan.
Harga sewa rata-rata di Jeddah mencapai SAR 2.200 per meter persegi, dengan tingkat hunian sekitar 81 persen.
Salah satu proyek terbesar yang sedang dikembangkan adalah Jeddah Cove Waterfront, yang akan menambah 70.000 meter persegi ruang ritel pada tahun 2027 sebagai bagian dari kawasan gaya hidup seluas 127.000 meter persegi.
Kawasan ini akan mencakup:
sekitar 200 toko
berbagai restoran dan kafe
bioskop
marina dengan pemandangan sirkuit Formula 1
Selain itu, proyek Delta juga menghadirkan konsep multifungsi yang menggabungkan ritel dengan hotel premium, apartemen berlayanan, dan perkantoran.
Peran Merek Mewah
Kehadiran merek-merek global turut mempercepat transformasi ritel di Arab Saudi. Pembukaan Dior CafĂ© pop-up di Museum Nasional Saudi serta Ralph’s Coffee di KAFD menunjukkan bagaimana pengalaman merek mewah menjadi bagian dari strategi ritel modern.
Konstantinos Papadakis dari Knight Frank menyebutkan bahwa fenomena ini sejalan dengan strategi Visi 2030 yang bertujuan menjadikan Arab Saudi sebagai pusat pariwisata dan bisnis internasional.
Tren ini juga melahirkan konsep “retailtainment”, yaitu perpaduan antara ritel dan hiburan untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih menarik.
Tantangan Persaingan
Meski prospeknya sangat menjanjikan, sektor ritel gaya hidup di Arab Saudi juga menghadapi beberapa tantangan.
Salah satu risiko terbesar adalah potensi kelebihan pasokan ruang ritel, mengingat banyaknya proyek yang sedang dibangun di berbagai kota seperti Riyadh, Jeddah, dan Al Khobar.
S&P Global juga mencatat beberapa faktor risiko, antara lain:
perubahan preferensi konsumen
tekanan terhadap harga sewa
tingginya biaya investasi pengembangan
Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat mempengaruhi tingkat penyerapan ruang ritel baru, terutama di lokasi sekunder.
Masa Depan di Bawah Visi 2030
Pertumbuhan sektor ritel gaya hidup merupakan bagian penting dari strategi transformasi ekonomi Arab Saudi.
Otoritas Umum Real Estat Arab Saudi memproyeksikan nilai pasar properti akan mencapai $101,62 miliar pada tahun 2029, dengan tingkat pertumbuhan tahunan sekitar 8 persen sejak 2024.
Pemerintah juga telah membuka sektor ritel bagi kepemilikan asing hingga 100 persen, yang mendorong masuknya investasi global serta transfer teknologi dan keahlian.
Dengan meningkatnya pengeluaran konsumen, dukungan kebijakan pemerintah, serta minat investor internasional, sektor ritel gaya hidup Arab Saudi diperkirakan akan terus berkembang dan memainkan peran penting dalam membentuk masa depan ekonomi Kerajaan.
Source : AGBI













