Arab Saudi mengurangi proyek-proyek raksasa untuk fokus pada Piala Dunia.
Arab Saudi mengurangi proyek-proyek raksasa untuk fokus pada Piala Dunia.
Proyek kota futuristik NEOM, khususnya bagian utamanya yaitu The Line, kini tidak lagi menjadi prioritas utama pemerintah Arab Saudi. Hal ini disampaikan oleh Menteri Investasi Arab Saudi, Khalid Al Falih, yang menjelaskan bahwa pemerintah harus menyesuaikan prioritas pembangunan karena adanya agenda besar yang tidak bisa ditunda, yaitu Expo 2030 di Riyadh dan Piala Dunia FIFA 2034.
Kedua acara global tersebut membutuhkan persiapan infrastruktur yang sangat besar, termasuk pembangunan stadion dan fasilitas pendukung lainnya. Dari rencana 15 stadion untuk Piala Dunia 2034, sebanyak 11 stadion masih harus dibangun, termasuk Stadion Neom yang sebelumnya direncanakan berada di kawasan The Line. Oleh karena itu, pemerintah Saudi kini lebih memfokuskan anggaran dan sumber daya untuk menyelesaikan proyek-proyek yang berkaitan langsung dengan dua event besar tersebut.
Selain perubahan prioritas, kondisi ekonomi juga memengaruhi keputusan ini. Dana Investasi Publik Arab Saudi atau Public Investment Fund (PIF), yang memiliki nilai sekitar $1 triliun dan menjadi sumber utama pendanaan proyek Visi 2030, mulai melakukan penyesuaian anggaran di berbagai proyek besar sejak tahun 2024.
Penurunan harga minyak dunia dari rata-rata sekitar $81 per barel menjadi di bawah $64 per barel membuat pemerintah harus lebih selektif dalam mengalokasikan dana. Akibatnya, beberapa proyek besar kemungkinan akan ditunda, diperkecil skalanya, atau diprioritaskan ulang berdasarkan tingkat kelayakan dan dampak ekonominya.
Meskipun demikian, pemerintah Arab Saudi tidak menyatakan bahwa proyek The Line atau NEOM dibatalkan. Proyek tersebut masih menjadi bagian dari visi jangka panjang transformasi ekonomi Saudi. Namun, kemungkinan besar pembangunan akan berlangsung lebih lambat dari rencana awal atau mengalami penyesuaian skala.
Pemerintah Saudi juga sedang menyiapkan strategi investasi baru yang akan memetakan arah pembangunan hingga tahun 2030 bahkan menuju 2040, dengan tujuan menjadikan investasi negara lebih efisien, realistis, dan tetap menguntungkan dalam jangka panjang.
Source : AGBI




