Arab Saudi Memberikan Kewarganegaraan kepada Tokoh Internasional: Travis Kalanick dan John Pagano
Arab Saudi Memberikan Kewarganegaraan kepada Tokoh Internasional: Travis Kalanick dan John Pagano
Kerajaan Arab Saudi baru-baru ini mengeluarkan persetujuan kerajaan (royal decree) untuk memberikan kewarganegaraan Saudi kepada dua tokoh internasional terkemuka: Travis Kalanick — pengusaha asal Amerika dan salah satu pendiri Uber — serta John Pagano, CEO dari perusahaan Red Sea Global. Keputusan ini diumumkan melalui berbagai media internasional dan laporan resmi di Riyadh pada bulan Oktober 2025.
Siapa Mereka dan Kontribusinya
Travis Kalanick
Travis Kalanick dikenal secara global sebagai co-founder dan mantan CEO Uber Technologies, yang berhasil mengembangkan perusahaan dari startup kecil menjadi salah satu raksasa teknologi transportasi dunia dengan valuasi mencapai sekitar $150 miliar pada puncaknya.
Setelah meninggalkan Uber, Kalanick mendirikan dan menjabat sebagai CEO CloudKitchens, perusahaan infrastruktur dapur cloud kitchen yang beroperasi di lebih dari 400 lokasi secara global. Di kawasan Teluk termasuk Saudi Arabia, usaha ini bergerak melalui merek KitchenPark dengan investasi besar yang dipimpin olehnya, termasuk lebih dari $1,25 miliar untuk ekspansi regional.
John Pagano
John Pagano punya pengalaman lebih dari empat dekade dalam pembangunan infrastruktur real estate dan pariwisata global. Sebelum bergabung dengan Red Sea Global (RSG) — sebuah perusahaan milik Public Investment Fund Saudi yang fokus pada proyek wisata mewah — Pagano memimpin Baha Mar Resort di Bahamas, sebuah proyek senilai $3,6 miliar.
Di Red Sea Global, Pagano mengawasi pengembangan proyek-proyek besar seperti The Red Sea Project dan Amaala — destinasi wisata premium berkelanjutan yang menjadi salah satu pusat penting dalam strategi wisata dan ekonomi Saudi.
Kewarganegaraan Saudi sebagai Bagian dari Vision 2030
Keputusan untuk memberikan kewarganegaraan kepada Kalanick dan Pagano bukan kebetulan — ini mencerminkan strategi yang lebih luas dari Pemerintah Saudi untuk mentransformasi struktur ekonomi negara dan mempercepat diversifikasi. Hal ini sangat terkait dengan Saudi Vision 2030, inisiatif jangka panjang yang diluncurkan oleh Kerajaan untuk mengurangi ketergantungan pada minyak, serta menarik investasi, inovasi dan talenta global.
Mengapa Saudi Memberikan Kewarganegaraan?
Menurut media resmi Arab News dan laporan lain:
Program ini menargetkan ilmuwan, inovator, peneliti, ahli dengan spesialisasi langka, dan pengusaha yang dianggap memiliki “nilai tambah” strategis bagi perkembangan sektor ekonomi masa depan.
Keputusan ini adalah bagian dari “upaya Kerajaan untuk mendukung ilmuwan, peneliti, dan pengusaha terkemuka” demi kelangsungan pengembangan sektor yang menjanjikan seperti teknologi, pariwisata, dan inovasi digital.
Saudi tidak secara tradisional membuka jalur naturalisasi bagi warga asing; pemberian kewarganegaraan bersifat luar biasa dan dilandasi pada keputusan royal decree (Surat Keputusan Kerajaan).
Langkah ini juga memiliki hubungan langsung dengan reformasi kebijakan kewarganegaraan yang lebih luas yang mendorong warga asing dengan talenta tinggi dan keahlian tertentu bisa mendapatkan status sebagai warga Saudi jika mereka memberikan kontribusi besar pada kepentingan ekonomi dan sosial Kerajaan.
Sejarah dan Konteks Program Kewarganegaraan
Pada awalnya, kewarganegaraan Saudi sangat ketat dan tradisional, terutama karena Saudi pada umumnya menganut sistem jus sanguinis (keturunan melalui orang tua Saudi). Namun, dalam beberapa tahun terakhir — terutama sejak sekitar tahun 2021, Kerajaan mulai menerbitkan dekret untuk membuka pintu naturalisasi kepada “talenta luar biasa” di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, kesehatan, pendidikan, budaya, dan olahraga.
Laporan media sebelumnya juga menyebutkan bahwa sebelumnya sejumlah ilmuwan, peneliti, dan profesional dari berbagai negara telah memperoleh kewarganegaraan Saudi karena kontribusi mereka dalam sektor-sektor strategis seperti kesehatan, nanoteknologi dan bioengineering.
Dampak Strategis dan Makna Global
Menarik Talenta Global
Arab Saudi terlihat berusaha menjadi hub global untuk inovasi dan investasi dengan strategi yang melampaui sekadar insentif ekonomi biasa. Memberi kewarganegaraan kepada pemimpin global seperti Kalanick dan Pagano:
Membuka peluang untuk memperkuat hubungan antara Saudi dan jaringan bisnis internasional;
Memberikan sinyal bahwa Kerajaan serius memposisikan diri sebagai tempat yang menarik bagi talenta global;
Memberikan peluang bagi proyek-proyek besar dan ide inovatif untuk berkembang di wilayah yang kini sedang melakukan transformasi ekonomi yang cepat.
Mendukung Diversifikasi Ekonomi
Dengan memasukkan tokoh yang memiliki pengalaman luas di bidang teknologi dan pembangunan wisata mewah, Saudi berharap dapat mempercepat pertumbuhan sektor-sektor baru seperti ekonomi digital, layanan logistik, dan pariwisata berkelas dunia — semua menjadi bagian dari inti Vision 2030.
Pemberian kewarganegaraan Saudi kepada Travis Kalanick dan John Pagano merupakan langkah bermakna yang mencerminkan transformasi ambisius Kerajaan Arab Saudi ke arah pembangunan ekonomi berbasis inovasi dan kompetensi global. Keputusan ini bukan hanya bentuk penghargaan personal kedua tokoh tersebut, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang negara untuk menarik, mempertahankan, serta mendayagunakan individu-individu berpengalaman dan berpengaruh di berbagai sektor strategis demi pencapaian tujuan Saudi Vision 2030.
Source : Arab News






