Arab Saudi Berinovasi Di Bidang Pertanian Dengan Pertanian Organik
Arab Saudi Berinovasi Di Bidang Pertanian Dengan Pertanian Organik.
Strategi Arab Saudi senilai 750 juta SAR (200 juta USD) untuk inovasi di bidang pertanian telah menyebabkan jumlah pertanian organik meningkat sebesar 28 persen menjadi 312 dalam beberapa tahun terakhir.
Rencana ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pertanian organik sebesar 300 persen, untuk menyediakan pangan berkelanjutan dan berkontribusi pada perekonomian. Pertanian organik adalah metode produksi pertanian yang menggunakan bahan-bahan alami untuk menanam pangan tanpa menggunakan pupuk (kimia), pestisida, hormon, atau organisme hasil rekayasa genetika.
Pada tahun 2020, total luas lahan pertanian organik di negara tersebut mencapai 27 ribu hektar, dibandingkan dengan 25 ribu hektar pada tahun 2019. Hasil pertanian organik di Arab Saudi mencapai 99 ton pada tahun 2020, yang menunjukkan peningkatan sebesar 60 persen dibandingkan dengan tahun 2019.
Arab Saudi telah memperkenalkan mekanisme untuk meningkatkan ketelusuran. Mekanisme ini memungkinkan konsumen untuk melacak produk organik hanya dengan memindai kode QR pada produk menggunakan ponsel pintar mereka. Fitur ini memungkinkan konsumen untuk mengetahui di mana dan siapa yang menanam buah dan sayuran tersebut.
Sebuah perusahaan rintisan AgriTech bernama Red Sea Farms baru-baru ini menerima pendanaan sebesar SAR 37,5 juta (USD 10 juta). Ini merupakan salah satu investasi terbesar di sektor AgriTech kawasan ini, dengan investor termasuk entitas kewirausahaan Saudi Aramco, Wa'ed .
Diluncurkan pada tahun 2018, sistem Red Sea Farms terutama menggunakan air asin untuk mendinginkan rumah kaca dan mengairi tanaman, yang mengurangi konsumsi air tawar hingga 90 persen.
Perusahaan berencana menggunakan pendanaan tersebut untuk membangun dan merenovasi lebih dari enam hektar lahan pertanian di bagian tengah dan barat Arab Saudi. Perusahaan tersebut mengoperasikan proyek percontohan pembangkit listrik tenaga air asin di Taman Penelitian & Teknologi Universitas Sains dan Teknologi Raja Abdullah (KAUST).
Source : businessstartupsaudiarabia





